2025 Melahirkan 20 Juta Mobil Listrik

Beijing – Sepanjang Januari – November 2025, dunia mencatat penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) sebanyak 20,33 juta unit. Ini artinya satu dari empat mobil (23,2% dari total 87,66 juta unit mobil baru) yang keluar dari dealer diseluruh muka bumi ini punya colokan listrik.

Dari jumlah itu, 15,3% adalah Battery Electric Vehicle/BEV sementara Plug-in Hybrid Electric Vehicle(PHEV) menyumbang 7,9%.

Episentrum industri otomotif global kini bergeser ke Cina. Negeri Tirai Bambu itu menyumbang 68,4% dari total penjualan kendaraan penumpang energi baru global pada Januari–November 2025. Untuk memberikan perspektif, volume penjualan Cina hampir 14 kali lipat lebih banyak dari Jerman yang kini memegang 5% pangsa pasar. Bahkan pada November pangsa pasar Cina di segmen NEV naik lagi menjadi 73,7%

Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (China Passenger Car Association/CPCA) menyampaikan perkembangan ini pada media.

Penetrasi pasar NEV secara global terus meningkat. Tingkat penetrasi mencapai 13%, 16%, dan 19,5% pada tahun 2022, 2023, dan 2024 masing-masing, dan naik lebih lanjut menjadi 26,3% pada kuartal keempat 2025.

Namun, perkembangan regional masih sangat tidak merata. Penetrasi kendaraan listrik baru (NEV) di Cina mencapai 49,5%. Artinya satu dari dua mobil baru tergolong NEV. Sementara pasar Eropa utama seperti Jerman dan Inggris mencatat tingkat penetrasi masing-masing 30% dan 34,4%.

Amerika Serikat tertinggal dengan hanya 7%, dan Jepang tetap di angka 2,2%. Norwegia terus memimpin secara global dengan tingkat penetrasi 82%.

Khusus BEV, pangsa pasar BYD mencapai 18,1% pada 2025, melampaui Tesla 12,2% untuk pertama kalinya dan secara resmi menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *