Beijing – Berdasarkan data yang dirilis China Passenger Car Association (CPCA), penjualan mobil diseluruh dunia mencapai 87,66 juta unit, kumulatif antara Januari-November 2025. Angka itu naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year\y-o-y) . Khusus November penjualan mencapai 8,59 juta unit, naik 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan 1% naik dibandingkan bulan lalu.
Merek-merek Cina menunjukkan kinerja yang mengesankan di pentas global maupun domestik. Dalam sebelas bulan pertama, pabrikan Cina menjual 31,08 juta unit, naik 11% y-o-y. Pasar domestik Cina menyumbang 35,4% pangsa pasar global. Pangsa pasar itu jauh lebih tinggi dari USA(17,3%), India (5,8%) dan Jepang (4,8%).
Tiga produsen mobil Cina masuk dalam kelompok elit 10 besar dunia. BYD di posisi ke-enam, Geely ke-delapan dan Chery ke-10 dengan global market share meningkat jadi 5.3%, 4.6%, dan 3.7%.
Toyota Group kembali memastikan posisinya sebagai produsen mobil terbesar di dunia dengan market share 11% berkat kinerjanya yang stabil di Eropa dan Amerika Utara. Sementara nama-nama besar seperti Volkswagen Group global market share turun jadi 8,9%, Stelantis turun jadi 5,6%, Renault-Nissan turun jdi 5,4% dan Tesla tersisa 1,9%.

CPCA mencatat bahwa seiring dengan melambatnya pertumbuhan di pasar China dan AS, ekspansi global pasar otomotif secara keseluruhan melambat pada November. Berdasarkan tren saat ini, penjualan kendaraan global pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai sekitar 96 juta unit, lebih baik dari tahun 2024 yang mencapai 91,77 juta unit.
Di China, permintaan domestik secara bertahap kembali normal, sementara pemulihan ekspor dan peningkatan daya saing merek domestik terus mendorong pangsa pasar otomotif global negara tersebut.


