Jakarta – Akhirnya data itu terbit juga. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi mengumumkan hasil penjualan mobil sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target 780 ribu unit. Keberhasilan itu berkat kinerja penjualan Desember yang luar biasa.
Pabrik mengirim 803.687 unit kendaraan ke diler (wholesales) sepanjang tahun. Sementara itu, diler menyalurkan 833.692 unit kepada konsumen (retail sales). Angka ini melampaui target 780.000 unit yang ditetapkan pada triwulan terakhir tahun 2025. Sebelumnya, pemangku kepentingan merevisi target awal tahun 2025 yang sebesar 850.000 – 900.000 unit karena kinerja penjualan melambat hingga triwulan ketiga.
Capaian positif tersebut gara-gara kenaikan pesat menjelang tutup tahun. Desember 2025, penjualan wholesales mencapai 94.100 unit. Retail sales mencapai 93.833 unit. Sama-sama menjadi penjualan tertinggi sepanjang tahun. Retail sales naik 18,3 persen atau 14.485 unit jika dibandingkan penjualan November 2025 yang tercatat sebanyak 79.348 unit. Juga lebih tinggi dibandingkan penjualan ritel Desember 2024 yang hanya 76.473 unit.
Hasil penjualan lebih lengkap bisa disimak di tabel berikut.

Kinerja Triwulan
Jika dilihat per triwulan, kinerja penjualan otomotif triwulan pertama cukup baik. Dari sisi wholesales penjualan sanggup mencapai level 205.539 unit. Sementara distribusi ke konsumen (retail sales) sebanyak 210.766unit.
Pada triwulan kedua mesin penjualan melambat. Pabrikan hanya mengirim 171.168 unit sementara pengiriman dari dealer ke konsumen hanya 182.012 unit. Daya beli konsumen melemah karena kebutuhan lain yang harus diprioritaskan.
Triwulan ketiga tertolong promosi besar-besar termasuk pameran GIIAS 2025. Pengiriman dari pabrikan ke dealer naik tipis jadi 184.698 unit. Pengiriman ke konsumen juga membaik menjadi 193.158 unit.
Puncaknya ada di triwulan ke-empat. Wholesales meningkat jadi 239.282 unit dan retail sales 247.766 unit.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan penjualan akhir tahun 2025 melonjak didorong promosi dan diskon besar-besaran. “Semua [penjualan] ngebut di Desember. Mungkin promosi habis-habisan. Diskon besar,” kata Jongkie.
Menurut Jongkie, faktor yang lain adalah sejumlah insentif yang berakhir Desember 2025. Hal itu mendorong konsumen untuk mempercepat keputusannya bertransaksi. Seperti diketahui, pemerintah kemungkinan tidak memperpanjang subsidi mobil listrik impor berstatus Completely Built Up (CBU). Ada potensi kenaikan harga mobil listrik yang signifikan tahun ini.


