Jakarta -Bangsa Indonesia paling gemar skutik. Hingga akhir tahun 2025 populasi skutik bertambah lebih dari 5,8 juta unit berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Pengumuman resmi AISI, Jumat (9/1/2026) volume penjualan tembus 6.412.769 unit. Tumbuh 1,3%dibandingkan periode Januari-Desember tahun 2024 yang tercatat 6.333.310 unit.
Target awal tahun 2025, asosiasi memproyeksikan di kisaran angka 6,4 juta unit – 6,7 juta unit. Akhir tahun 2025 ini berhasil mencapai angka 6.412.769 unit.
Skutik mendominasi
”Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala
Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi dengan kontribusi 91,7%. Tabel di bawah ini menunjukkan komposisi pasar motor 2025. Bersandarkan data statistik itu, otomatis Indonesia menjadi pasar yang sangat homogen.

Pasar Luar Jawa Jadi Penyelamat
Sigit mengungkapkan, kontribusi pembelian secara kredit mencapai sekitar 65%. Menempatkan industri pembiayaan sebagai support system yang berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar di tahun lalu.
”Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli. Terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.
Secara geografis, pertumbuhan pemintaan di luar Pulau Jawa yang signifikan mampu menjadi kompensasi penurunan penjualan di Pulau Jawa. Hasil komoditas luar pulau yang positif menjadi penyeimbang pelemahan daya beli di Pulau Jawa. Tahun lalu beberapa industri di Jawa mengalami kesulitan sehingga terpaksa merumahkan karyawan.
Sepanjang tahun 2025, anggota AISI mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam kondisi utuh(CBU/completely built up). Plus 8.139.894 set komponen dalam kondisi terurai (CKD/completely knocked down). Juga eksport part sebanyak 138.455.487 pcs.
Prediksi Pasar 2026
Menurut AISI, pasar motor domestik masih memiliki potensi untuk terus tumbuh. Namun, pelaku industri tetap menghadapi berbagai tantangan, salah satunya rencana pemberlakuan opsen atau pajak tambahan yang mulai berlaku awal tahun. Kondisi ini berpotensi menjadi batu ujian bagi industri.
”Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan. Sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit.
Sigit mengungkapkan kondisi geopolitik global berpotensi memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Selain pertumbuhan ekonomi, harga komoditas dan kondisi cuaca akan mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini.
Dukungan lembaga pembiayaan yang kuat juga akan mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” katanya.


