Brussels – Hyundai memanfaatkan panggung Brussels Motor Show 2026 (9 – 18 Januari 2026) untuk memamerkan kepada dunia Hyundai Staria Electric. Lewat model terbaru ini, Hyundai menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda. Konsumen tetap bisa menikmati interior lapang dan fungsional khas minivan tapi tanpa emisi gas buang dari knalpotnya. Solusi transportasi ramah lingkungan di segmen yang selama ini identik dengan kendaraan body besar dan haus bahan bakar.
Hyundai tetap mempertahankan desain eksterior Staria yang khas. Perbedaan yang terlihat hanya grille depan yang tertutup seperti kebanyakan mobil listrik lain.
Interior Mewah
Hyundai membekali Staria Electric dengan 12 speaker dari Bose. Plus layar lebar 12,3 inci untuk mengakses layanan infotainment dan instrument cluster.
Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik yang memproduksi daya maksimal 160 kW (218 ps). Baterainya berkapasitas 84 kWh. Dengan kapasitas sebesar itu, Hyundai mengklaim Staria Electric bisa menempuh 400 km. Teknologi charging Staria Electric fleksibel bisa 400 V atau 800 V. Untuk isi ulang baterai dari 10 – 80 persen dengan fast charging Staria Electric membutuhkan hanya 20 menit saja. Artinya, konsumen bisa lebih cepat meninggalkan stasiun fast charging.
Dikawal Radar dan Kamera
Hyundai melengkapi Staria Electric dengan Hyundai Smart Sense terbaru dan Advanced Driver Assistance. Dalam kondisi seperti apapun, teknologi berbasis radar dan kamera ini selalu hadir mendampingi pengemudi untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang.
Hyundai menjadwalkan pemasaran Staria Electric di Korea Selatan dan Eropa pada paruh pertama 2026. Di Indonesia, Hyundai saat ini memasarkan Staria bermesin diesel 2.2 liter dengan harga Rp954,8 juta OTR Jakarta. Jika Hyundai memasukkan model ini ke Indonesia, potensial bersaing dengan Denza D9, VW ID.Buzz, Maxus Mifa 9, hingga Xpeng X9.


