Beijing – Dua pekan sebelum ajang pameran Auto China 2026 berlangsung, Hyundai Motor Company mengumumkan ekspansi merek kendaraan listrik murni mereka, Ioniq ke pasar Tiongkok, Jumat (10/4/2026) di Beijing.
Produsen Korea Selatan tersebut memperkenalkan dua mobil konsep, Venus dan Earth, sebagai basis model produksi yang akan dipasarkan di negara itu.
Ini langkah Hyundai untuk memperbaiki posisi di tengah persaingan ketat pasar elektrifikasi. Strategi yang diambil Hyundai termasuk pengembangan produk sesuai preferensi lokal, yang mencakup teknologi kabin pintar dan fitur mengemudi otonom.
Spek Konsep
Venus hadir dengan profil sedan yang mengedepankan desain aerodinamis satu kurva. Bagian eksterior dibalut warna Radiant Gold dengan atap berstruktur ringan dan spoiler transparan.
Sementara Earth diposisikan sebagai SUV keluarga dengan struktur bodi yang lebih kokoh dengan balutan warna Aurora Shield. Interior kendaraan ini mengusung konsep ruang yang tenang, lengkap dengan kursi air-hug yang inovatif untuk kenyamanan maksimal.

“Kami memilih untuk menjadi ‘The Origin’. Sesuatu yang sepenuhnya baru, mudah dikenali sekilas dari kejauhan, dengan kehadiran yang kuat di jalanan, dan menghadirkan apa yang kami sebut sebagai ‘Kesan Pertama Terbaik’. ‘The Origin’ adalah deklarasi kami: ‘Memimpin, bukan mengikuti’. Ini adalah titik di mana pergerakan kami dimulai. Ambisi kami adalah menetapkan arah yang baru,” kata Simon Loasby, Senior Vice President and Head of Hyundai Design Center at Hyundai Motor Company.
Hyundai juga menerapkan skema penamaan baru khusus untuk pasar Tiongkok dengan menggunakan nama-nama planet. Skema ini berbeda dengan penamaan numerik yang selama ini digunakan secara global seperti pada model Ioniq 5 atau Ioniq 6. Peralihan ini mengindikasikan upaya lokalisasi merek agar lebih kompetitif di mata konsumen domestik.
Integrasi Teknologi
Dalam operasionalnya di Tiongkok, Hyundai mengonfirmasi penggunaan sistem mengemudi otonom yang dikembangkan bersama mitra teknologi lokal.
Selain kendaraan listrik berbasis baterai murni, Hyundai juga berencana memperkenalkan solusi Extended Range Electric Vehicle (EREV). Teknologi ini menggunakan mesin pembakaran internal berukuran kecil berfungsi hanya sebagai generator untuk mengisi baterai saat dalam perjalanan. Pendekatan ini guna menjawab kekhawatiran konsumen mengenai jarak tempuh.
Presiden Beijing Hyundai Motor Company, Li Fenggang, menyatakan bahwa versi produksi dari kendaraan tersebut akan mengintegrasikan smart driving yang saat ini menjadi standar permintaan pasar otomotif Tiongkok.
Detail teknis dan harga masih disimpan untuk press conference pada ajang Auto China 2026 pada 24 April 2026 mendatanng.


