Jakarta – Pasar motor baru di Indonesia mampu menunjukkan kinerja positif pada 2025 lalu. Sedikit lebih baik dari tahun 2024.
Menurut laporan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pengiriman kendaraan roda dua dari pabrik ke diler (wholesales) sejak Januari sampai November 2025 berada di level 5.950.844 unit.
Angka di atas sudah melampaui jumlah periode serupa di 2024 yang hanya 5.929.830 unit. Ada selisih lebih tinggi sekitar 0,35 persen.
Hasil tersebut bisa dibilang cukup baik. Mengingat ada banyak rintangan sepanjang 2025 yang memengaruhi wholesales motor baru.
AISI pun mengungkapkan ada sejumlah faktor pendukung, mengapa pasar motor baru mampu menunjukkan kinerja positif.
“Saat daya beli yang melemah di semester satu sampai kuartal tiga, kami beruntung didukung oleh beberapa stakeholder,” buka Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI dikutip dari KatadataOTO.
Sigit menjelaskan suku bunga yang stabil, kemudian uang muka tidak mengalami kenaikan membawa dampak positif. Terutama bagi industri kendaraan roda dua di Tanah Air.
Sebab masyarakat jadi lebih mudah memboyong produk-produk dari Honda, Yamaha, Kawasaki sampai TVS pada 2025.
“Kedua dibantu oleh pemerintah daerah, karena hampir 90 persen menunda kebijakan opsen,” lanjut Sigit.
Memang jika diingat, di awal 2025 sejumlah provinsi seperti Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Tengah memberikan relaksasi terkait penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Sehingga dapat membantu akselerasi pasar motor baru di Indonesia. Lalu tidak mengalami gangguan berarti pada tahun lalu.
“Kalau opsen dijalankan itu berat buat konsumen, karena harus merogoh koceknya lebih dalam lagi,” Sigit menambahkan.
Selain itu AISI juga menerangkan pertumbuhan ekonomi turut punya andil besar. Terutama di luar Pulau Jawa yang cukup bagus.
Dengan begitu membawa dampak atau efek sangat positif, bagi industri sepeda motor di dalam negeri sepanjang 2025.
Berkat berbagai faktor di atas, AISI bahkan optimistis wholesales motor baru pada tahun lalu bisa sedikit melampaui target yang telah ditentukan.
“Targetnya kan antara 6,3 juta sampai 6,4 juta unit gitu kan, mudah-mudahan sih bisa terlampaui lah ya,” tegas Sigit.
Sigit pun mengaku senang dengan apa yang terjadi. Sebab industri sepeda motor mampu bertahan sepanjang 2025.
Bahkan dapat menunjukkan pertumbuhan di tahun ini. Menjadi pencapaian yang cukup baik pada 2025.


