Beijing – Sesuai dengan prosedur paten, China National Intellectual Property Administration (CNIPA) mulai mempublikasikan dokumen paten NIO yang diajukan pada September 2025 lalu. Judulnya “Sistem Rem dan Penggerak Listrik Kendaraan”, yang mengusulkan pendekatan pengereman yang sepenuhnya berbeda dari sistem rem kendaraan modern saat ini.
Dalam abstraknya, NIO menjelaskan sistem rem tidak lagi bekerja di sisi roda, seperti cakram dan kaliper konvensional, melainkan langsung mengerem poros transmisi pada sistem penggerak listrik. Artinya, gaya pengereman diterapkan sebelum tenaga disalurkan ke roda.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Alih-alih menjepit cakram di roda, sistem ini menjepit poros transmisi. Di sekeliling poros terdapat piringan gesek berlapis. Saat mobil berjalan normal, piringan ini tidak saling bersentuhan. Ketika pengemudi mengerem, sebuah motor listrik kecil menggerakkan mekanisme ulir yang mendorong piringan untuk saling menjepit dan memperlambat putaran poros.
Keunggulan Dibanding Rem Konvensional
Secara konseptual, keunggulan utama dari sistem ini adalah penurunan unsprung mass, (massa komponen yang tidak ditopang oleh suspensi seperti roda, ban, dan sistem rem). Pada kendaraan konvensional, rem yang dipasang di roda menambah unsprung mass dan berdampak negatif pada respons suspensi serta handling. Dengan memindahkan rem ke sistem penggerak listrik, beban tersebut berkurang, berpotensi meningkatkan kenyamanan berkendara, presisi kemudi, dan stabilitas pada kecepatan tinggi. Integrasi ini juga membebaskan ruang di rumah roda, memberi fleksibilitas lebih bagi desainer untuk mengoptimalkan aerodinamika, ukuran roda, atau sudut kemudi.
Keunggulan kedua terletak pada manajemen panas. Rem roda konvensional mengandalkan aliran udara terbuka untuk pendinginan, sementara rem poros yang didaftarkan dalam paten ini berada di dalam housing tertutup dan menggunakan pendinginan cair dua sisi. Saluran pendingin ditempatkan di antara piringan penggerak dan housing, dengan aliran cairan yang bergerak spiral dari luar ke dalam. Desain ini ditujukan untuk menjaga stabilitas termal dalam kondisi berat, seperti pengereman berulang atau turunan panjang.
Keunggulan ketiga adalah pengendalian debu rem. Pada sistem konvensional, partikel hasil gesekan langsung terlepas ke udara dan mencemari lingkungan sekaligus mengotori roda. Rem poros yang tertutup memungkinkan debu gesekan ditahan di dalam housing dan dikeluarkan saat servis berkala.
Potensi Masalah
Meski menawarkan sejumlah keunggulan, sistem pengereman berporos ini masih menghadapi tantangan besar untuk diaplikasikan secara luas.
Pertama adalah manajemen panas terintegrasi. Sistem penggerak listrik—yang mencakup motor dan gear reduction—sudah menghasilkan panas signifikan saat beroperasi. Tambahan panas instan dari proses pengereman menuntut kapasitas pendinginan yang sangat andal. Gangguan pada sistem pendinginan berpotensi memengaruhi kinerja rem sekaligus keandalan sistem penggerak listrik secara bersamaan.
Kedua, karena gaya pengereman diterapkan pada poros, maka seluruh rangkaian transmisi , termasuk roda gigi, bantalan, dan bahkan rotor motor, harus dirancang untuk menahan beban pengereman. Hal ini meningkatkan tuntutan kekuatan struktural, daya tahan, dan umur pakai komponen, yang pada akhirnya berdampak pada biaya dan kompleksitas desain.
Tantangan lainnya adalah aspek servis dan perawatan. Integrasi rem ke dalam assembly penggerak listrik membuat sistem ini tidak lagi modular seperti rem roda konvensional. Penggantian komponen gesek berpotensi memerlukan pembongkaran unit motor atau transmisi, sehingga meningkatkan waktu dan biaya perawatan.


