Pasar LCGC 2025 Kontraksi Berlanjut dan Dominasi Transmisi Manual

Jakarta – Hingga November 2025, pasar Low Cost Green Car (LCGC) masih dikuasai Grup Astra melalui Daihatsu dan Toyota. Sementara Honda masih berada di posisi ketiga dengan margin cukup lebar.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Daihatsu memimpin dengan pengiriman sebanyak 42.252 unit. Ditempel ketat Toyota sebanyak 41.779 unit. Sementara Honda mencatatkan penjualan 28.120 unit. Akumulasi pasar LCGC sepanjang Januari – November mencapai 112.151 unit.

Melihat volume penjualan sebesar itu, segmen LCGC diprediksi akan mengalami kontraksi. Skenario optimistis jika penjualan Desember lebih besar rata-rata bulanan, maka volume segmen LCGC finish di kisaran 125.000- 130.000 unit. Turun sekitar 28% – 26% dari periode Januari – Desember 2024 yang mencapai 176.766 unit. Tren negatif ini melanjutkan penurunan sekitar 13,6% dibandingkan tahun 2023 yang pasarnya menyentuh 204.705 unit.

Tekanan yang dialami segmen mobil ‘terjangkau’ berlangsung sepanjang tahun. Puncak penjualan kumulatif-nya dicapai di awal tahun yaitu Februari sebanyak 14.365 unit. Sejak itu, grafik penjualannya terus melandai.

Sumber: Gaikindo Jan – Nov 2025

Anomali Honda

Yang menarik, strategi Honda yang fokus pada dua tipe saja, berhasil menyedot pembeli yang signifikan. Jika dilihat per tipe, maka Honda Brio Satya E menjadi tipe paling banyak dibeli.

Dari data itu terlihat bahwa lebih dari 62% konsumen segmen ini memilih transmisi manual. Ini mengindikasikan bagi mayoritas konsumen di segmen ini efisiensi biaya perawatan dan harga akuisisi lebih penting dibandingkan kenyamanann transmisi otomatis.

Namun terjadi anomali pada konsumen Honda Brio Satya yang lebih banyak memilih transmisi otomatis (68%) dibandingkan manual (32%).

Berikut ‘raport’ penjualan masing-masing merek:

Daihatsu

Daihatsu Sigra tetap menjadi penopang utama merek ini segmen LCGC. Total penjualan Sigra mencapai 31.889 unit sekaligus menjadi model LCGC paling laris.
Tipe paling populer adalah Sigra 1.2 R MT sebanyak 14.226 unit atau menyumbang 44% dari total penjualan Sigra. Sisanya dibagi lima tipe lainnya. Yang paling sedikit penjualannya adalah Sigra 1.2 X AT yang hanya 858 unit. Kurang dari tiga persen kontribusinya terhadap total penjualan Sigra.

Daihatsu Ayla total 10.363 unit. Ayla 1.0 X manual transmission menjadi tipe terlaris yaitu 2.991 unit. Paling sedikit peminatnya dalah Ayla 1.2 R CVT sebanyak 1.396 unit. Daihatsu menyediakan lima tipe Ayla yang persebaran konsumennya relatif merata.

Toyota

Toyota Calya terjual sebanyak 27.871 unit dimana tipe G MT menyumbang 67% dari total penjualan (18661 unit). Sementara model yang paling tidak diminati adalah Calya 1.2 E Std yang hanya 671 unit. Tipe Calya 1.2 G AT juga banyak mendapat perhatian konsumen yaitu 7.514 unit (27%).

Kembaran Ayla, Toyota Agya terjual 13908 unit dimana didominasi oleh tipe Agya 1,2 G MT yang menyumbang 10.705 unit (77 %). Tipe Agya 1.2 G CVT menyumbang 3186 unit (23%).

Honda
Brio Satya menyumbang 28.120 unit kepada penjualan Honda di Indonesia. Dari total penjualan Brio Satya, tipe E terjual 26.938 unit (96%) sementara Brio Satya S sebanyak 1.182 unit (4%).

  • Tipe LCGC Terlaris Januari – November 2025
Tipe Penjualan (unit)
Brio Satya E 26938
Calya G MT18661
Sigra 1.2 R MT 14226
Agya 1.2 G MT 10705
Ayla 1.0 X MT2991
  • Model LCGC Terlaris Januari – November 2025
ModelPenjualan (unit)
Sigra31.889
Brio Satya28.120
Calya27.871
Agya13.908
Ayla10.363

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *